Bergabung dengan komunitas kami untuk terhubung dengan orang-orang di Bina Antarbudaya:

10 hari di Anand, India

Berikut adalah cerita yang mereka bagi selama mengikuti program volunteer exchange ke India. Secara garis besar, ada dua jenis kegiatan yang mereka ikuti, yaitu kegiatan cultural exchange dan berdiskusi dengan relawan di chapter Anand:

 

Kegiatan cultural exchange.

Melalui kegiatan ini, Kak Ustin dan Kak Ratih mendapat pengalaman langsung dalam pembelajaran antarbudaya  dimana mereka terlibat langsung dalam kegiatan penduduk lokal, seperti mencoba alat transportasi massal, mendatangi upacara keagamaan/budaya, mengunjungi kota besar maupun pedesaan serta bersentuhan dengan beragam lingkungan agama. Secara garis besar, Kak Ustin dan Kak Ratih melihat bahwa budaya India banyak mempengaruhi budaya Indonesia (mengingat eratnya hubungan dengan sejarah masuknya Hindu dan Islam di Indonesia). Hal-hal yang banyak serupa antara lain adalah Makanan (kare), Bahasa (sansekerta), dan budaya lainnya, seperti perkawinan.

Selain adanya kesamaan budaya, Kak Ustin dan Kak Ratih melihat aspek lain dalam masyarakat India. Mereka melihat bahwa secara umum penduduk India sangat sadar akan pentingnya pendidikan untuk kesuksesan mereka di kemudian hari. Banyak dari mereka ingin berkarir dan menetap di luar negeri. Pendidikan adalah yang utama dan mereka kompetitif. Pemerintah juga mempunyai perhatian besar di pendidikan (sekolah pemerintah gratis dan bahkan di tingkat dasar memperoleh seragam, makan siang) dan untuk sekolah lanjutan ada kartu transportasi gratis (karena sekolah lanjutan terletak agak berjauhan).

Lebih lanjut, menurut pengamatan Kak Ustin dan Kak Ratih, secara umum, mereka juga sangat memegang tradisi dan budayanya (baik dari bahasa, pakaian, makanan, hiburan dan adat), sangat umum melihat pekerja wanita berpakaian sari di kantor dan juga hiburan audio maupun video yang berbahasa daerah/ nasional dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga sangat komunal dan punya toleransi yang baik terhadap perbedaan. Aspek pendidikan dan budaya nampak menjadi perhatian utama pemerintah dengan kuatnya dana pemerintah ke sekolah negri dan kuatnya penanaman budaya dalam sekolah (seperti bahasa pengantar dll). 

 

Kegiatan dengan Chapter

Melalui diskusi informal yang dilakukan dengan pengurus Chapter Anand, terkait dengan program Sending, Hosting, dan Volunteer Development, Kak Ustin dan Kak Ratih mendapatkan pengetahuan baru terkait dengan program. Secara garis besar, proses seleksi Sending di Chapter AFS India tidak jauh berbeda dengan di Chapter Bina Antarbudaya, hanya saja setelah seleksi berkas, proses seleksi berlangsung dalam satu hari. Begitu juga dengan kegiatan hosting, dimana ada beberapa isu yang serupa. Program Hosting dikelola oleh Koordinator Hosting dan Koordinator Sekolah yang berada di Chapter, dan secara umum kesulitan yang dihadapi serupa dengan di Chapter Bina Antarbudaya, dimana tidak mudah untuk mencari keluarga angkat yang memiliki profil yang sesuai dengan profil siswa akibat dari perbedaan budaya yang cukup signifikan.

Terkait dengan relawan, Chapter bertumpu pada 4-5 keluarga yang selalu komit membantu dan juga beberapa anak muda, sisanya adalah relawan yang bisa diminta bantuan pada saat yang dibutuhkan. Rekrutmen relawan dilakukan melalui networking pendiri sekaligus ketua Chapter Anand. Mereka mulai dari merekrut kolega dan kenalan, dan bertambah juga dengan teman sekolah/famili dari para returni. Selain dari Indonesia, maka AFS Anand telah menerima kunjungan volunteer exchange juga dari Jerman dan Thailand dan Philipina. AFS Chapter Anand juga pernah berperan serta dalam Volunteer Exchange Program ke Philipina dan Jerman.

Rakernas Bina Antarbudaya 2017

Rakernas Bina Antarbudaya 2017

10 hari di Anand, India

Kak Agustina Dwinanti (Kak Ustin) dari Chapter Karawang dan Kak Ratih Nurruhliati dari Chapter Denpasar merupakan dua orang relawan yang terpilih untuk mengikuti program Volunteer Exchange ke India selama periode 10 – 20 Februari 2015.…

Halal Bi Halal Bina Antarbudaya 2017

Halal Bi Halal Bina Antarbudaya 2017 pada tanggal 15 Juli 2017