APIN Annual Regional Meeting
Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Asia Pacific Intercultural Network (APIN) 2026 di Bali selama 3 hari (10-12 September 2026), yang mempertemukan Direktur Nasional, Anggota Dewan, sukarelawan, serta perwakilan mitra dari seluruh kawasan Asia Pasifik.
Pertemuan Tahunan Asia Pacific Intercultural Network (APIN) 2026—yang sebelumnya dikenal sebagai AFS Asia Pacific Initiative (AAI)—menghadirkan Direktur Nasional, Anggota Dewan, sukarelawan, dan perwakilan mitra dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Pertemuan ini berfokus pada kolaborasi regional, pengembangan strategis, peningkatan kapasitas sukarelawan, dan pembelajaran antarbudaya.

Program ini terdiri dari dua agenda utama:
1. Pertemuan Tahunan APIN
Sebuah pertemuan strategis yang berfokus pada:
Transisi dari AAI menjadi Asia Pacific Intercultural Network (APIN)
- Pembaruan informasi regional, pencapaian, dan tantangan yang dihadapi
- Tata kelola, operasional, dan Piagam APIN
- Pelibatan mitra baru dan afiliasi global
- Program Kakehashi dan pembaruan pencitraan (branding)
- Penggalangan dana regional dan peluang kolaborasi
- Program bersama APIN (beasiswa, pertukaran staf & sukarelawan, promosi pertukaran antarnegara anggota APIN, serta program antarsekolah)
- Prioritas strategis dan arah pengembangan menuju tahun 2027
- Kunjungan ke sekolah dan kegiatan budaya
- Jamuan Makan Malam (Gala Dinner) dan Penghargaan Sukarelawan APIN
2. Pelatihan Sukarelawan APIN
Program pembelajaran khusus yang dirancang untuk memperkuat kepemimpinan sukarelawan dan keberlanjutan cabang (chapter) melalui sesi-sesi berikut:
- Pemimpin Sukarelawan: Dari Tujuan Menuju Kepemimpinan
Resolusi Konflik - Keberlanjutan Cabang (Chapter)
- Gaya Komunikasi
- Masa Depan dengan Visi Bersama
- Kerja kelompok, presentasi, refleksi, dan evaluasi
Acara ini dihadiri oleh Daniel Obst, CEO & Presiden AFS International, anggota Dewan AFS International, para pemimpin APIN, serta peserta pelatihan sukarelawan dari seluruh kawasan Asia Pasifik.



Secara keseluruhan, kedua agenda ini menyediakan wadah untuk dialog strategis regional, pengembangan sukarelawan, pembelajaran antarbudaya, dan penguatan hubungan di antara mitra APIN, sekaligus menandai tonggak penting dalam evolusi dari AAI menjadi APIN.

